Kisah Penulis Buku Asal Bulukumba, dari Warung Kopi Sampai ke Hong Kong

  • Whatsapp
Amsal Armansal

GOWA, NARASIBARU.com – Namanya Amsal Armansal, pria asal Kabupaten Bulukumba ini sukses menulis buku berjudul “Isyarat Rindu” yang sudah terbit akhir Desember 2019 lalu.

Setelah bukunya terbit, ratusan orang di seluruh Indonesia bahkan, mahasiswa di salah satu universitas di Hong Kong ikut memesan hasil karyanya tersebut.

“Alhamdulillah buku saya sudah tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia. Ada juga yang pesan langsung dari Hong Kong,” katanya saat ditemui di salah satu warung kopi di Gowa, Rabu (12/2).

Pria yang aktif sebagai guru di salah satu sekolah ternama di Makassar ini mengaku, hoby nya menulis sudah ia tekuni sejak tahun 2007 lalu.

Saat itu, ia hanya menuangkan setiap tulisannya di media sosial (Facebook).

“Awalnya saya hanya menulis beberapa puisi di Facebook. Sampai akhirnya teman-teman memotivasi saya. Katanya tulisan saya sangat layak untuk dituangkan dalam bentuk buku,” terangnya.

Buku Isyarat Rindu karya Amsal Armansal

Setelah melewati perjuangan selama delapan bulan, buku yang ia tulis akhirnya diterima salah satu penerbit.

“Prosesnya lumayan lama. Karena tulisan saya harus diedit dulu. Namun saya bersyukur sekarang sudah terbit. Sudah dicetak sekitar 300 buku,” sambungnya.

Dari pengalamannya sebagai seorang penulis, ada hal menarik yang Amsal utarakan selama menyelesaikan buku pertamanya ini.

Ia mengatakan, selama delapan bulan menyelesaikan tulisannya, waktunya lebih banyak ia habiskan di sebuah warung kopi.

“Iya, tempat saya sering menulis itu di warung kopi. Kadang juga di rumah. Tapi kalau di warung kopi lebih banyak inspirasi yang saya peroleh,” tutupnya. (**)