Dampak Corona, Harga Gula Pasir di Maros Melonjak

  • Whatsapp
Kasi Perdagangan Dalam Negeri Ekspor Impor dan Perdagangan Elektronik, Andi Suryani

MAROS, NARASIBARU.com – Akibat penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19, harga gula pasir di pasaran melonjak naik, seperti yang terlihat disalah satu pasar di Kabupaten Maros.

Harga komoditasnya mencapai Rp 17.000 per liter, naik hingga Rp 4.000 dari harga sebelumnya yang hanya Rp 13.000 per liternya. Selain itu, stoknya pun untuk di Kabupaten Maros juga mulai mengalami kelangkaan.

Bacaan Lainnya

Hal itu disebabkan keran impor gula pasir sempat disetop pada awal 2020 dan juga dampak dari mewabahnya virus Corona di sejumlah negara. Sehingga berdampak pada lonjakan harga terhadap gula pasir.

Kasi Perdagangan Dalam Negeri Ekspor Impor dan Perdagangan Elektronik, Andi Suryani mengakui jika stok gula pasir di Kabupaten Maros mengalami penipisan, padahal permintaan gula pasir saat ini cukup tinggi.

Maros sendiri, kata Suryani, untuk memenuhi kebutuhan pasar pihaknya mengandalkan gula pasir lokal baik dari Kabupaten Maros maupun yang ada di Kota Makassar.

“Menurut distributor gula yg ada di Kabupaten Maros yangg kami kunjungi kemarin persediaan menipis,” kata Suryani, kepada Narasibaru.com, di Maros, Kamis (19/03)

Ia menambahkan, kelangkaan gula pasir dan makin menipisnya stok gula di Maros, dikarenakan dua daerah di Sulsel yang merupakan pemasok dan pabrik gula, yakni Kabupaten Takalar dan Kabuaten Bone mengalami kendala produksi.

“Namun, di beberapa distributor juga mengeluhkan posisi stoknya berkurang, sehingga terjadi harga tinggi dibeberapa titik pasar,” ungkap

Untuk itu, sebut dia, saat ini pihaknya telah membentuk TIM Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya akan kembali membuka keran impor gula pasir.

“Kementrian Perdagangan telah mengeluarkan izin untuk melakukan impor gula pasir,” tutur.

Sementara itu, salah satu pedagang eceran Sentral Maros, NR (53) mengharapkan, agar Pemerintah Kabupaten, provinsi, maupun pusat mengambil langkah cepat agar stok dan lonjakan terhadap gula pasir kembali normal.

“Mengeluh lah pak, maunya kami dikasih stok dan harga gula pasir dikasih turun harga supaya kami dan penjual tidak mengeluh kasihan,” harapnya. (Amir)

Pos terkait