Kabar Hoax Tentang Pengurusan SIM Kolektif Resahkan Warga, Ini Penjelasan Polres Gowa

  • Whatsapp
tiga orang warga bernama Nurhasanah (52), Sri Fitrianti Aulia (20) dan Haji Nurbaya (57) datang menemui Kasubbag Humas Polres Gowa, Akp Managatas Tambunan di Ruangan Humas Polres Gowa, Senin (02/03/2020). (Foto: Narasibaru.com)

GOWA, NARASIBARU.com – Terkait maraknya beredar berita hoax tentang pengurusan SIM yang tidak sesuai SOP meresahkan warga yang disebar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab lewat media sosial via WhatssApp ditepis oleh pihak Kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, tiga orang warga bernama Nurhasanah (52), Sri Fitrianti Aulia (20) dan Haji Nurbaya (57) datang menemui Kasubbag Humas Polres Gowa, Akp Managatas Tambunan di Ruangan Humas Polres Gowa, Senin (02/03/2020) dan meminta konfirmasi terkait adanya postingan menjelaskan bahwa mulai tanggal 1 sampai 2 Maret 2020 pengurusan SIM dapat dilakukan di halaman kantor Samsat.

Bacaan Lainnya

“Informasi tersebut benar-benar adalah berita hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan mengingat dalam pengurusan surat izin mengemudi bukan dilakukan di Samsat namun berada di Sat Lantas ditiap Kesatuan Polri,” ungkap AKP. M. Tambunan saat menjelaskan kepada warga tersebut.

Kabar Hoax Tersebar di Medos Via WhatssApp

Adapun postingan menjelaskan bahwa, setiap warga yang akan memohon pengurusan SIM segera mengurus surat keterangan berbadan sehat dari Puskesmas serta meminta surat keterangan dari kelurahan dan Kecamatan.

Pihak kepolisian, khususnya Polres Gowa akan menelusuri asal muasal berita tersebut dan akan menindaklanjuti dengan proses hukum bagi pemosting yang telah meresahkan masyarakat.

Pengakuan warga yang disampaikan siang tadi mengatakan bahwa, pesan tersebut di Viralkan melalui WhatsApp kemudian bagi penerima informasi tersebut lalu meneruskan kepada kenalannya.

“Saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita hoax atau berita bohong dan sebaiknya datanglah ke kantor polisi kemudian meminta konfirmasi agar semuanya bisa menjadi jelas,” tegas AKBP Boy Samola secara terpisah.

Pos terkait