Komplotan Pelaku Kejahatan Hipnotis Diringkus Polres Gowa

  • Whatsapp
Empat pelaku komplotan kejahatan hipnotis yang diringkus Sat Reskrim Polres Gowa

GOWA, NARASIBARU.com – Sebanyak empat pelaku yang diduga melakukan aksi penipuan dengan modus hipnotis  diringkus oleh Tim Anti Bandit Polres Gowa.

Ke empat pelaku diketahui berinisial SA (38), AR (51), AG (46), dan AH (32). Para diketahui melakukan aksinya selama 10 tahun bahkan tiga pelaku merupakan residivis kasus yang sama dan 1 orang lainnya pemain baru dan telah ikut beraksi sebanyak 3 kali.

Muat Lebih

Komplotan ini melakukan aksinya pada Minggu (8/3) di Jalan Poros Pallangga. AM bersama rekannya mengunakan 2 unit mobil penumpang antar daerah. 

Saat kedua pelaku melihat calon korbannya atas nama Aisyah dipinggir jalan menunggu angkutan selanjutnya ke empat pelaku bersepakat untuk menghipnotis. 

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir menuturkan, modus yang dijalankan oleh para pelaku dengan cara menghipnotis setiap korbannya. Para pelaku pun memiliki peran masing-masing dalam menjalankan aksi kejahatannya.

SA perannya menyiapkan sebuah kendaraan milik jasa perusahaan transportasi dan mengawasi rekannya saat bersaksi dengan cara memepetkan kendaraan agar tidak ada yang mengetahui identitas kendaraan. 

Sementara pelaku AG berperan sebagai supir angkutan dan mempengaruhi korban dengan cara berpura pura ingin ikut membeli kalung agar korban percaya atas tawaran otak pelaku. 

Sementara pelaku AH berperan sebagai supir dengan menggunakan mobil pribadi mengawasi dan menutup atau memepet kendaraan yang digunakan pelaku saat beraksi. 

“Untuk pelaku AR yang juga sebagai otak tindakan kejahatan berperan sebagai penumpang lalu memperkenalkan diri kepada korban, dan melakukan hipnotis dengan cara berbicara hingga korban percaya dan lupa segala galanya,” tuturnya saat merilis kasus ini di Polres Gowa, Jum’at (13/3).

Penangkapan berhasil dilakukan berawal sang anak-anak korban mengetahui identitas kendaran pelaku. Sehingga dilakukan penyelidikan dan diketahui kendaraan tersebut merupakan kendaraan rental milik jasa teknologi pengangkutan Indonesia.

“Pasca mendatangi pihak perusahaan jasa angkutan untuk dikonfirmasi, kemudian dijelaskan bahwa satu  kendaraan digunakan oleh seorang lelaki dengan inisial SA,” sambung Kasat Reskrim Polres Gowa ini. 

Kemudian pihak perusahaan menguhubungi SA untuk mendatangi penyidik Polres Gowa Pada 8 Feb 2020.

“Saat diinterogasi SA tidak koperatif dan setelah dilakukan interogasi secara mendalam kemudian mengakui perbuatannya dan menyebut tiga pelaku lainnya,” lanjutnya. 

Atas keterangan SA, kemudian dilakukan pengembangan kasus dan dilakukan penangkapan terhadap AG, HR dan AM sebagai otak pelaku, penangkapan dilakukan ditempat yang berbeda.

“Atas kejahatan para pelaku telah diamankan barang bukti berupa 1 Buah Hp OPPO F1, 1 unit mobil Daihatsu merek Sigrah warna silver DD 1886 YH ( Sarana yang di gunakan), 1 unit Mobil Toyota merek Avanza warna Hitam DN 977 NB (Sarana yang digunakan) dan 1 buah Perhiasan Kalung emas palsu,” ungkapnya. 

Pelaku berusaha melawan petugas dan kabur sehingga tim memberikan tindakan tegas dan terukur. Akibat perbuatan pelaku dikenai Pasal 378 KUHP dengan ancaman ukuman 4 tahun penjara. (Amir

Pos terkait