“PTB” di Maros Ditutup Sementara, Begini Tanggapan PKL

  • Whatsapp
Kawasan wisata kuliner PTB Maros

MAROS, NARASIBARU.com – Kawasan wisata kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) di Kabupaten Maros sudah ditutup sementara pada Selasa (24/3) malam. 

Penutupan ini dilakukan berdasarkan Maklumat Kapolri dan surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan yang di tindak lanjuti melalui surat himbauan Bupati Maros untuk tidak berkumpul ditempat keramaian guna mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19). 

Muat Lebih

Menanggapi adanya penutupan sementara wisata PTB di Maros, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) angkat bicara. 

Dewi misalnya. Ia mengaku dengan adanya kebijakan penutupan sementara ini akan membuatnya pusing mencari kerjaan lain. 

Sebab, PTB merupakan tempat ia berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. 

“Tidak ada mi tempat usaha lainku pak, itu makanya pusingki. Masalahnya dimana ki kita mau cari kerjaan lain kasihan yang bisa tutupi kebutuhan, apa lagi ada anakku dua orang yang tidak kenal, tidak ada uang,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Rabu (25/3).

Ditempat yang sama, Aminah yang juga merupakan PKL mengaku, langkah yang dilakukan oleh pihak pemerintah sudah ttepat untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kabupaten Maros.

“Bagus memang kalau dicegah memang mi, kah begituan menular, apa pi kalau ada yang kena,” katanya. 

Ia pun berharap, agar virus Covid-19 dapat di basmi dengan cepat dengan beberapa upaya yang telah dilakukan. Agar aktivitas para PKL di sepanjang PTB dapat kembali seperti semula. 

“Mudah-mudahan tidak lama ji, karena masuki juga menjual di PTB tidak ada adaji yang beli selama ada virus. Bukannya menguntungkan, malah merugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maros Andi Yuliana menjelaskan, penutupan ini dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Maros.

“PTB itu selalu ramai dan sifatnya publik. Makanya kami berinisiatif untuk minta pertimbangan bapak Bupati kita tutup sementara untuk pencegahan Covid-19,” katanya saat ditemui di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Maros, Selasa, (24/3).

Untuk itu, dirinya menghimbau untuk sementara  aktivitas di kawasan wisata kuliner PTB dihentikan. Terhitung sejak 24 Maret 2020 sampai suasana kondusif.

Andi Yuliana menegaskan, selama himbauan diharapkan pedagang kaki lima (PKL) untuk menaati surat himbauan tersebut. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Satpol PP untuk dilakukan pengawasan di lapangan.

“Untuk sementara pemantauan itu dilakukan oleh pihak Satpol PP dulu. Apa lagi kan ada surat Edaran ya Maklumat Kapolri yang juga di pertegas oleh Kapolres Maros,” tegasnya. 

Dirinya menambahkan, agar para PKL di sepanjang PTB untuk sementara bersabar terkait kebijakan tersebut.

“Kami minta juga bersabar dulu semoga cepat berlalu dan dapat kembali beraktivitas seperti semula,” tambahnya. (Amir

Pos terkait