Nasib Pekerja Rantau Bertahan Ditengah Corona

  • Whatsapp
Perusahaan besi tempat Agus sehari-hari bekerja

MAROS, NARASIBARU.com – Agus (34) tetap bertahan ditengah pandemi Corona. Meskipun kebutuhan hidupnya mulai menipis.

Pria asal Jawa Timur ini sudah lama merantau di Dusun Banyo, Desa Bontotallassa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

Bacaan Lainnya

Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang besi tua. Namun, saat virus Corona merebak di Maros perusahaan tempatnya bekerja pun tutup.

“Iya pak sudah ditutup. Bos kami memang menyediakan kebutuhan sehari-hari. Namun itupun mulai menipis,” katanya saat ditemui, Jum’at (10/4).

Selain kebutuhan sehari-hari yang mulia menipis, Agus pun harus putar otak demi bertahan hidup.

Belum lagi istri dan anaknya yang berada di Jawa menunggu kiriman uang dari Agus.

“Sudah minta dikirimkan pak. Tapi apa boleh buat, untuk saat ini saya belum kerja karena perusahaan tutup,” keluhnya.

Agus mengaku, sejak merebaknya wabah Corona perusahaan tempat ia bekerja ditutup lantaran kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Setalah ada himbauan, beberapa gudang pengeriman ke Surabaya untuk besi memilih tutup termasuk gudang yang berada di daerah lokal juga tutup,” ujarnya.

Diketahui, Agus bersama puluhan rekannya yang bekerja rata-rata berasal dari Jawa. Mereka harus bertahan hidup meski perusahaan tidak beroperasi alias ditutup. (Amir)

Pos terkait