SAWITKU-Calon presiden (capres) nomor 3 Ganjar Pranowo menjelaskan tentang pentingnya strategi untuk meningkatkan rasio Pajak dan perbandingan penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB).
Ganjar berpendapat, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak menjadi jurus utama dalam mengerek rasio pajak.
“Intensifikasi itu optimalisasi bukan memeras,” kata Ganjar dalam acara Dialog Ekonomi Capres bersama Kadin, Kamis 11 Januari 2024.
Baca Juga: Soal Dana Kampanye PSI Rp180 Ribu, Kaesang Sebut Salah Input
Itu sebabnya, Ganjar berencana agar pengumpulan pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tidak lagi diurus oleh direktorat jenderal di bawah Kemenkeu, melainkan langsung di bawah presiden.
Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan teman-temannya dari konsultan pajak, lalu Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, dan para pelaku usaha.
Disatu sisi, Ganjar mengaku sudah memiliki data mengenai wajib pajak yang sudah bayar pajak penuh, dan tidak taat bayar pajak.
Baca Juga: Baper Tingkat Dewa, Prabowo Selalu Ungkit Jasa Masa Lalu
Dengan data tersebut, Ganjar punya formula, mana saja yang bisa dioptimalkan, termasuk nama-nama para wajib pajak.
Kemudian dalam hal ekstensifikasi pajak caranya dengan mengajak para wajib pajak berdialog bukan diancam.
Ganjar juga menyinggung salah satu isu bahwa banyak pegawai di kementerian terkait yang menyalahgunakan pekerjaannya.
Baca Juga: Siti Nurbaya Targetkan 2024 Tahun Jalan Tol Layanan Publik
Akibatnya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaan dan enggan membayarkan pajaknya.
“Ini mesti dibereskan. Nanti ada kelembagaannya, kita atur,” ujarnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sawitku.id
Artikel Terkait
Ultimatum Luhut: Semua Harus Setuju Pembentukan Family Office!
Mantan Anak Buah Prabowo: Pemain Crude dan BBM Itu Donatur di Pilpres!
Awal Tahun, APBN Sudah Tekor Rp31,2 Triliun!
Alhamdulillah! Lord Luhut Beri Kabar Bahagia: Ratusan Ribu Lowongan Akan Dibuka Dalam Waktu Dekat