5 Manfaat Permen Karet yang Sayang Dilewatkan: Lebih dari Sekedar Rasa Manis
- Jumat, 26 Januari 2024 | 13:30 WIB
OBOR TIMUR.COM - Permen karet tidak hanya sekadar camilan lezat yang memberikan rasa manis, tetapi juga memiliki beberapa manfaat yang mungkin seringkali dilewatkan oleh banyak orang.
Permen karet yang baik untuk kesehatan adalah permen karet bebas gula. Permen karet dikatakan bebas gula, jika kadar gula di dalamnya kurang dari 0,5 gram.
Berikut ini adalah lima manfaat permen karet yang dapat membuat Anda melihatnya dengan perspektif yang lebih sehat.
Mengunyah permen karet dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus. Aktivitas mengunyah dikaitkan dengan peningkatan aliran darah ke otak, yang dapat membuat Anda lebih waspada. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu meningkatkan daya ingat dan memori.
2. Merangsang Produksi Air Liur
Mengunyah permen karet merangsang produksi air liur. Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mulut, karena membantu membersihkan sisa-sisa makanan dan mengurangi risiko terjadinya kerusakan gigi. Peningkatan produksi air liur juga dapat membantu mengurangi kekeringan mulut yang dapat menyebabkan bau mulut.
3. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Aktivitas mengunyah dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan. Mengunyah permen karet dapat memberikan kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian dan meredakan ketegangan. Selain itu, aroma dari beberapa permen karet dapat memiliki efek menenangkan dan meningkatkan suasana hati.
4. Melawan Rasa Lapar Berlebihan
Permen karet dapat menjadi alat bantu dalam mengontrol rasa lapar berlebihan. Mengunyah permen karet tanpa gula dapat memberikan sensasi kenyang ringan, yang dapat membantu menahan diri dari ngemil berlebihan atau makanan tak sehat di antara waktu makan.
5. Merangsang Gerakan Rangsang Saraf
Mengunyah permen karet juga dapat merangsang gerakan rangsang saraf di rahang, yang dapat membantu menjaga kesehatan rahang dan gigi. Ini dapat membantu mengurangi risiko terjadinya masalah rahang seperti ketegangan otot dan masalah sendi temporomandibular (TMJ).
Artikel Terkait
HINDARI OBESITAS ! Pahami Penyebab dan Ragam Penyakit yang Dapat Mengganggu Aktivitas
Mulai Umur Berapa Pengukuran Tensimeter Perlu Dilakukan untuk Mendeteksi Hipertensi?
Langkah-langkah Membedah Kesehatan Tulang: Panduan untuk Mengenali Tulang yang Sehat
Panduan Lengkap Melahirkan dengan BPJS Kesehatan: Syarat, Prosedur, dan Biaya yang Ditanggung