NARASIBARU.COM - Pria berkacamata itu di sana, dalam sebuah foto dalam selembar ijazah. Apakah ini bukti sebuah perjalanan akademik Jokowi? Di balik selembar ijazah Jokowi, ada narasi panjang tentang keabsahan, kontroversi, dan tafsir publik yang terus berputar seperti bayangan di cermin yang retak.
Pada Selasa, 1 April 2025, kanal YouTube Balige Academy merilis video berjudul "JOKOWI: FOTO IJAZAH BERKACA MATA dan WATERMARKS LOGO UGM WARNA KEEMASAN!" yang membahas isu mengenai ijazah mantan Presiden Joko Widodo.
Dalam video tersebut, Rismon Hasiholan Sianipar kembali mengungkapkan keraguan tentang keaslian ijazah Jokowi, terutama terkait penggunaan kacamata dalam foto ijazahnya.
Kejanggalan kacamata dalam foto ijazah
Rismon memulai dengan mengucapkan selamat Idul Fitri dan berdoa untuk Jokowi dan keluarganya.
"Semoga Pak Jokowi cepat mengakui apa yang sebenarnya terjadi, karena tidak ada alumni UGM yang malu-malu kucing mengaku sebagai alumni UGM. Justru bangga, karena masuknya susah, apalagi lulusnya," ujar Rismon.
Salah satu poin utama yang diangkat adalah tentang foto ijazah Jokowi yang memperlihatkan dirinya berkacamata.
Rismon menegaskan bahwa secara ilmiah, penggunaan kacamata dalam foto identifikasi tidak diperbolehkan.
Ia juga menunjukkan perbandingan antara ijazah Jokowi dan ijazah alumni UGM lainnya.
"Lihatlah fontnya, jauh sekali dari apa namanya font Times New Roman. Ini adalah ijazah pada tahun 1986, sementara ijazah Jokowi sudah menggunakan font yang lebih modern," ujarnya.
Ia menambahkan, "Kalau memang bukan alumni Gajah Mada, sekaranglah saatnya untuk mengatakan yang sesungguhnya."
Rismon kemudian mengungkapkan keraguan tentang perubahan kebijakan di UGM terkait penggunaan kacamata dalam foto ijazah.
"Saya bingung, sejak kapan UGM mengizinkan foto ijazah dengan kacamata? Karena di banyak universitas besar, seperti ITB dan UI, masih menerapkan aturan ketat," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya bukti ilmiah untuk mendukung argumennya.
"Kita harus menggunakan objektivitas metode ilmiah untuk mengatakan bahwa itu adalah kacamata. Kita perlu mendapatkan dokumen resmi dari UGM yang membuktikan bahwa pada saat itu tidak dibolehkan penggunaan kacamata," tegasnya.
Rismon menutup dengan harapan agar UGM dapat memberikan penjelasan yang jelas mengenai isu ini.
"Seharusnya UGM mengatakan apa adanya, etis tanpa intervensi politik apapun. Sudahlah, mengaku saja," pungkasnya.
Kontroversi ini masih berlanjut, dan banyak yang menunggu penjelasan resmi dari pihak UGM dan Jokowi sendiri. (*)
Artikel Terkait
Polemik Ijazah Jokowi: Setelah UGM Bersuara, Yakin Asli?
Ijazah Jokowi Dikuliti: Kuping dan Hidung Beda
Wamenaker Immanuel Ebenezer Halal Bihalal dengan Habib Rizieq Syihab di Markaz FPI
Rekaman Suara Diduga Lisa Mariana Minta Segera Tes DNA, Ridwan Kamil: Tunggu Semua Reda Dulu