PLN Diamuk Gegara Lonjakan Tagihan Listrik, Warganet: Setelah Kasih Diskon Kini Balas Dendam ke Rakyat?

- Sabtu, 05 April 2025 | 21:20 WIB
PLN Diamuk Gegara Lonjakan Tagihan Listrik, Warganet: Setelah Kasih Diskon Kini Balas Dendam ke Rakyat?


NARASIBARU.COM -
Belum lama ini, sejumlah pelanggan pascabayar mengeluhkan kenaikan tagihan listrik mereka pada awal April 2025.

Beberapa dari mereka bahkan kaget karena tagihan listrik membengkak hingga dua kali lipat setelah berakhirnya diskon.

Keluhan ini pun ramai dibahas di media sosial, terutama di X (sebelumnya Twitter).

Dikutip dari akun @SeputarTe******, kumpulan keluhan datang dari pengguna listrik pascabayar yang merasa terkejut dengan lonjakan tagihan.

"Gile. Penggunaan sama aja tidak ada perubahan alat elektronik yang digunakan tapi melonjak sekitar 2-4x lipat dari bulan biasanya semenjak rumah ini ditempati. Aneh rasanya," tulis akun @18m*******.

"Sumpah gak jelas banget PLN. Naiknya 2x lipat," tambah akun @JA*****.

"Aku yang biasa 300an, sekarang hampir 600 ribu. 300an itu sebelum dapet potongan bulan Januari Februari ya. Itu paling gede 350, kemarin ngecek hampir 600ribu," tandas akun @ri*****.

"Setelah memberikan diskon 50% selama 2 bulan, akhirnya sekarang pemerintah balas dendam ke rakyatnya," tulis @li*******.

Kendati demikian, sebagian warganet lain menyadari bahwa tagihan mereka kembali normal setelah diskon 50 persen berakhir.

"Di aku masih normal 800rban. AC 3 tiap hari nyala, kulkas 2, mesin cuci 2 hari sekali nyala, selebihnya lampu sama charger," tulis akun @bi******.

"Alhamdulillah 2 meteran di rumah masih wajar," imbuh akun @ci******.

Sementara itu dilansir dari laman Liputan6, PT PLN (Persero) mengonfirmasi bahwa tidak ada perubahan tarif listrik pasca berakhirnya diskon 50 persen yang berlaku selama dua bulan.

Kenaikan tagihan yang dialami oleh sebagian pelanggan itu pun dipandang sebagai akibat dari peningkatan konsumsi listrik.

Vice President Komunikasi Korporat PLN, Grahita Muhammad, menjelaskan bahwa tagihan listrik yang meningkat dipengaruhi oleh pola penggunaan listrik masing-masing pelanggan.

"Adanya lonjakan tagihan listrik bisa disebabkan oleh pola pemakaian listrik yang meningkat," papar Grahita.

Grahita juga menyarankan agar pelanggan secara rutin memeriksa penggunaan listrik mereka melalui aplikasi PLN Mobile.

"Bagi pelanggan pascabayar yang ingin mengetahui riwayat penggunaan listriknya dapat mengaksesnya di aplikasi PLN Mobile," tuturnya.

Ia menambahkan, masa diskon tarif listrik 50 persen yang diberlakukan pada Januari dan Februari 2025 telah berakhir pada 1 Maret 2025.

Sejak saat itu, tarif listrik kembali ke tarif normal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Sebagaimana diketahui, program diskon listrik 50 persen yang dinikmati oleh masyarakat selama dua bulan tersebut sudah berakhir pada 1 Maret 2025.

Dengan berakhirnya diskon ini, tagihan listrik untuk pemakaian bulan Maret yang dibayarkan pada April 2025 kembali dihitung dengan tarif normal.***

Sumber: ayobandung

Komentar