Viral Tarian Bagi-bagi THR Diduga Tarian Yahudi? Ini Penjelasan Lengkapnya

- Minggu, 06 April 2025 | 07:50 WIB
Viral Tarian Bagi-bagi THR Diduga Tarian Yahudi? Ini Penjelasan Lengkapnya


Belakangan ini, media sosial diramaikan oleh sebuah tren tarian unik yang dikenal sebagai tarian “Bagi-Bagi THR.” Tarian ini ramai digunakan menjelang momen Lebaran dalam video-video pendek di platform seperti TikTok dan Instagram.

Gerakannya yang enerjik, sederhana, dan mudah diikuti membuat tarian ini dengan cepat menyebar dan menjadi hiburan tersendiri bagi warganet. Bahkan dari kalangan anak-anak hingga lansia pun mengikuti tarian ini. 

Nuansa ceria yang ditampilkan dalam tarian ini juga seolah merepresentasikan kegembiraan masyarakat dalam menyambut hari raya Idul Fitri dan momen berbagi Tunjangan Hari Raya (THR).

Namun di balik popularitasnya, tarian ini tidak luput dari kontroversi. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan asal-usul gerakan tarian tersebut, bahkan menyebutnya mirip dengan Hora—tarian tradisional Yahudi yang biasa dilakukan secara berkelompok dalam formasi lingkaran sambil berpegangan tangan.

Tarian Hora dikenal luas dalam berbagai perayaan Yahudi, seperti pernikahan dan acara keagamaan, serta menampilkan ritme cepat dan gerakan kaki yang khas.

Dugaan ini semakin menguat karena sejumlah video tren “Bagi-Bagi THR” diiringi musik berirama Timur Tengah, yang secara sekilas terdengar mirip dengan musik khas Israel atau Yahudi.
@wajahlangsaa waduh😅😅😅 #2025 #fyp #langsa #wajahlangsa #CapCut #aceh #viral #yahudi ♬ suara asli - Wajah Langsa
Spekulasi ini memunculkan berbagai reaksi. Ada yang memperingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam mengikuti tren yang tidak jelas asal-usulnya, sementara yang lain justru membelanya sebagai bentuk ekspresi kreatif semata. Narasi bahwa tren ini merupakan bentuk “infiltrasi budaya” pun sempat muncul di beberapa forum diskusi daring, meski tanpa bukti kuat.

Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, terungkap fakta mengejutkan bahwa tarian yang digunakan dalam tren “Bagi-Bagi THR” bukanlah berasal dari budaya Yahudi maupun Timur Tengah, melainkan dari Finlandia.

Nama tarian tersebut adalah Letkajenkka atau Letka Jenkka, sebuah tarian rakyat yang populer di Finlandia sejak abad ke-19.

Baca Juga:Panduan Lengkap Zakat Fitrah: Besaran yang Dibayarkan, Niat, dan Doa untuk Wilayah Jawa Tengah

Tarian ini merupakan bentuk modern dari Jenkka, yang merupakan turunan dari schottische, tarian rakyat Eropa yang juga dikenal di wilayah Skandinavia dan Jerman.

Letkajenkka memiliki ciri khas gerakan melompat-lompat secara ritmis yang dilakukan secara serempak dalam barisan. Tarian ini mulai dikenal lebih luas ke seluruh dunia pada tahun 1960-an setelah lagu “Letkis” ciptaan Rauno Lehtinen menjadi hits di berbagai negara.

Gerakan yang repetitif dan musik yang ceria membuat Letkajenkka menjadi sangat cocok untuk dimainkan dalam format video pendek, seperti yang kini marak di TikTok.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya lintas negara bisa menyatu dan mengalami transformasi makna dalam era digital. Meskipun berasal dari Eropa, Letkajenkka kini mendapatkan “kehidupan baru” sebagai bagian dari ekspresi kreatif anak muda Indonesia.

Dalam konteks budaya digital, makna suatu simbol atau gerakan bisa berubah tergantung pada bagaimana publik memaknainya. Tren “Bagi-Bagi THR” adalah contoh nyata bagaimana budaya bisa mengalami percampuran lintas batas tanpa harus kehilangan makna lokalnya.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan atau menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi.

Di era banjir informasi, verifikasi fakta menjadi sangat penting, terutama saat informasi tersebut dapat memicu polemik atau kesalahpahaman budaya. Jadi, sebelum terjebak dalam hoaks budaya, ada baiknya kita berhenti sejenak dan mencari tahu asal-usulnya terlebih dahulu.

Dengan memahami asal-usul tarian Letkajenkka, kita bisa melihat bahwa tren “Bagi-Bagi THR” bukan sekadar hiburan semata, tetapi juga bagian dari proses pertukaran budaya global yang berlangsung secara alami dan dinamis di era digital.

Sumber: suara
Foto: Kolase Tarian bagi-bagi THR yang viral di media sosial. [TikTok]

Komentar