NARASIBARU.COM - Wartawati newsway.co.id, Juwita (25 tahun), diduga dibunuh Anggota Lanal Balikpapan, Kelasi Satu Jumran (sebelumnya hanya diketahui "berinisial J"), di Banjarbaru.
Yang mengungkapkan dugaan pembunuhan itu adalah Komandan Detasemen Polisi Militer (Dan Denpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap.
"Ini benar terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh oknum Anggota Lanal Balikpapan berinisial J (Jumran), pangkat Kelasi Satu, terhadap korban saudari Juwita yang terjadi pada Sabtu tanggal 22 Maret 2025, di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan," kata Ronald di Mako Lanal Balikpapan, Rabu (26/3).
Pernyataan Ronald menjadi penerang di tengah gelapnya penyebab kematian Juwita.
Juwita, berdasarkan portal berita newsway.co.id, awalnya diinfokan tewas dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai motor, di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjar, Sabtu (22/3), dalam kondisi masih mengenakan helm.
Portal berita tersebut menyebutkan bahwa Juwita pamit ke keluarga untuk pergi ke Guntung Payung, tetapi justru ditemukan meninggal di Gunung Kupang, dengan banyak kejanggalan.
Dipiting hingga Tewas
Ketua Tim Advokasi Untuk Keadilan (AUK) Juwita, M. Pazri, mengatakan Juwita diduga dipiting lehernya hingga tewas.
"Dilakukan dalam mobil. Untuk lokasi masih belum diketahui," ujar Pazri usai mendampingi pemeriksaan pihak keluarga di Pomal Lanal Banjarmasin, Sabtu (29/3).
Jumran telah ditahan di Pomal Lanal Banjarmasin untuk proses penyidikan.
"Statusnya, iya sudah tersangka. Sudah ditahan. Kami melihat dari CCTV," kata Pazri.
Pelaku Mengakui
Dikatakan Pazri, bahwa dalam kasus ini sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup. Sehingga mereka yakin bahwa Juwita memang korban pembunuhan. Terlebih sudah ada pengakuan dari Jumran sebagai pelaku.
"Dua alat bukti sudah cukup menurut kami. Dan paling kuat adalah pengakuan dari pelaku. Untuk motif masih dalam proses penyidikan. Mudah-mudahan segera terungkap," harapnya.
Dua kakak Juwita, Susi dan Praja, telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Mereka diperiksa penyidik Pomal Lanal Banjarmasin, Sabtu siang.
Ada sekitar enam pertanyaan yang disodorkan penyidik kepada mereka berdua. Pertanyaan itu seputar kronologi, kenalnya dengan tersangka, termasuk bukti-bukti apa saja yang dimiliki oleh pihak keluarga.
"Tadi diperiksa terkait kronologis, mengetahui kapan, memiliki bukti apa, kenal dengan pelaku atau tidak, dan kapan kenal. Dokumentasi yang dimiliki keluarga, Seputaran itu gambarannya," ucapnya.
Pembunuhan Berencana: KTP Pelaku Dirusak
Pazri mengatakan bahwa pembunuhan yang dilakukan Jumran mengarah kepada pembunuhan berencana. Hal itu dapat dilihat dari pasal yang disangkakan penyidik.
Hal itu dikuatkan dengan adanya bukti-bukti bahwa Jumran sengaja berangkat dari Balikpapan ke Banjarmasin dengan membeli tiket pesawat menggunakan nama orang lain.
Kemudian yang menguatkan lagi bahwa Jumran sengaja merusak KTP-nya untuk mengaburkan identitas saat pemeriksaan di bandara.
“Dari dia (Jumran) mau berangkat, beli tiket pesawat dengan nama orang lain, KTP dihancurkan-hancur, dipisah-pisahkan. Jadi dari dugaan itu memang mengarah berencana,” jelas Pazri.
“Kemudian dari pihak keluarga korban sudah mengetahui dari hasil autopsi diceritakan dokter terang benderang bahwa dia (Juwita) dibunuh,” ujarnya.
Keluarga Korban Apresiasi Pomal
Sejauh ini kata Pazri penyidik sudah bekerja dengan profesional dan transparan. Pihaknya berharap kasus ini bisa terungkap dengan jelas.
“Kami mengucapkan dari keluarga terima kasih yang hari ini memang benar-benar profesional transparan,” katanya.
Sementara itu, kakak Juwita, Susi, berharap pihaknya bisa mendapatkan keadilan. Dan pelaku dapat dihukum berat sesuai dengan perbuatannya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pomal Balikpapan dan Pomal Banjarmasin yang sudah mau membantu mengungkap kasus ini. Kami ingin hukuman terberat sesuai dengan perbuatannya,” harapnya.
Diusut Pomal Banjarmasin
Ronald Ganap mengatakan bahwa terduga pelaku J telah berstatus tersangka.
"Kami serahkan ke Denpom Lanal Banjarmasin untuk dilaksanakan penyidikan," ujar dia.
Karena, kendati terduga pelaku adalah anggota Lanal Balikpapan (Kaltim), namun TKP berada di Banjarbaru (Kalsel).
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Malam Berdarah di Rokan Hilir: Penjaga Karaoke Mengamuk, Tusuk Anggota Polisi hingga Tewas
Jusuf Hamka Beberkan Kepanikan saat Diguncang Gempa Nyanmar, Berlindung di Kolong Jembatan
Kesal Istri Selingkuh Jelang Lebaran, Suami di Banyuasin Bakar Warung Bakso: Mati-matian Nyari Duit
Oknum Polisi di Sukabumi Digerebek Selingkuh dengan Bini Orang, Suami Sah Lapor Propam