Luhut Minta Masyarakat Kritik Pemerintah dengan Santun, Fedi Nuril: Ucapan Otak Kampungan Keluar dari Mulut Anda

- Jumat, 04 April 2025 | 04:20 WIB
Luhut Minta Masyarakat Kritik Pemerintah dengan Santun, Fedi Nuril: Ucapan Otak Kampungan Keluar dari Mulut Anda


NARASIBARU.COM
- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait kritik keras dan pandangan sinis masyarakat terhadap setiap program Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya pada Senin (31/3/2025), Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat agar menyampaikan kritik kepada pemerintah dengan sopan, santun, dan ramah sebagai bagian dari budaya Indonesia.

"Saya hanya titip satu di bulan Ramadhan yang selesai hari ini. Kita semua supaya memelihara budaya santunnya, ramah-tamahnya Indonesia," kata Luhut Binsar Pandjaitan usai berkunjung ke rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah untuk silaturahmi Lebaran 2025.

Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan soal kritik santun ke pemerintah pun mendapat sorotan tajam dari publik. Salah satunya Fedi Nuril, yang langsung merespons himbauan Luhut dengan pernyataan menohok.

"'Kita semua supaya memelihara budaya santunnya, ramah-tamahnya Indonesia'. Sebaiknya, Luhut menasehati dirinya sendiri, presiden dan KSAD," tulis Fedi Nuril di akun X miliknya, Kamis (3/4/2025).

Masih lekat dalam ingatan, bagaimana sosok-sosok yang Fedi Nuril singgung pernah melakukan sendiri apa yang mereka imbau untuk tidak dilakukan masyarakat.

"Ucapan 'yang gelap kau', 'ndasmu' dan 'otak kampungan' keluar dari mulut Anda semua," ucap Fedi Nuril mencibir.

Sebagai pengingat, Luhut Binsar Pandjaitan pada Februari lalu sempat ikut mengomentari seruan Indonesia Gelap dari masyarakat dalam menyikapi ragam kebijakan kontroversial Prabowo Subianto.

Dengan nada mencibir, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bukan Indonesia yang berada dalam ambang kegelapan. Melainkan para pengkritik sendiri yang melimpahkan beban hidup mereka ke pemerintah.

"Kalau ada yang bilang Indonesia Gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia," ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Sementara pernyataan otak kampungan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Maruli Simanjuntak terlontar saat masyarakat mengkritik revisi Undang-Undang TNI yang aturan barunya sarat kontroversi.

"Tidak usah ramai bikin ribut di media. Ini itu lah, Orde Baru lah. Tentara dibilang hanya bisa membunuh dan dibunuh. Menurut saya, otak-otak (pemikiran) seperti ini, kampungan menurut saya," imbuh Maruli Simanjuntak pada Maret lalu.

Sedang terkait pernyataan ndasmu dari Prabowo Subianto, publik masih ingat benar bagaimana orang nomor satu di Indonesia itu mengucapkannya dengan santai di sela pertemuan internal Partai Gerindra pada Desember 2023.

Ketika itu, Prabowo Subianto mencibir pertanyaan tentang etika yang pernah disampaikan kepadanya. "Bagaimana perasaan Mas Prabowo soal etik? Etik, etik. Ndasmu etik," kata dia.

Prabowo Subianto sendiri sudah meluruskan bahwa maksud ucapan itu cuma bagian dari lelucon, dan bukan wujud sikap anti kritik.

"Itu kan bicara orang Banyumas. Biasa lah bicara-bicara begitu," kata Prabowo Subianto membela diri.

Ucapan "ndasmu" kembali terulang di sebuah forum, ketika Prabowo Subianto mencibir orang-orang yang mempertanyakan pembentukan kabinet besarnya untuk lima tahun ke depan.

"Ada orang-orang pintar ngomong, 'Kabinet ini kabinet gemuk, terlalu besar'. Ndasmu," celetuk Prabowo Subianto.

Kritikan balik Fedi Nuril ke Luhut Binsar Pandjaitan sendiri dibalas keluhan serupa oleh beberapa pengguna X lain. Ada yang sependapat dengan sang aktor soal arogansi Luhut.

"Kemaruk, ignorant dan arogan. Tidak punya empati, dan maunya menang sendiri," komentar seorang warganet.

"Rezim omon-omon di bawah tirani Gemoy dan Fufufafa. Rakyat dituntut patuh dan santun kepada raja dan penghuni istana. Sedangkan orang-orang istana bisa berujar di mimbar ndasmu, berucap ke media kau yang gelap, merespons teror kepala babi dengan udah, dimasak aja," kata warganet lain.

Ada pula pengguna X yang menyerukan untuk para pejabat arogan berganti kewarganegaraan agar tidak semakin membuat masyarakat resah.

"Ya sudah, kalian mending jadi rakyat di luar negeri aja. Rusak nih negara gara-gara orang serakah seperti kalian," imbuh seorang warganet,

Sumber: suara

Komentar